27 Desember 2008

Sasa Event

KickOff

24 Desember 2008

Tujuan dasar perancangan

Agar kreativitas maksimal banyak hal yang menjadi dasar perancangan, kadang-kadang desainer bekerja dengan prinsip menghindari kesalahan dengan terlalu banyak berkonsentrasi pada membuat desain sendiri dan melupakan mengenai berbagai tujuan lain, yang sangat baik dalam penampilan visual atau sangat kompleks dalam bentuk, namun melupakan tujuan awal perancangan, hal ini dapat menyebabkan hasil hampar dari konsep. Faktor yang relevan, seperti sifat, visi, misi dari perusahaan dan aplikasi logo harus tetap ada dalam pikiran ketika mendesain logo.

Tips merancang Logo:

  1. Sederhana, Logo yang baik bukan merupakan bentuk yang rumit. Anda harus ingat bahwa logo adalah simbol untuk identitas perusahaan. Jika Anda ingin orang lain mudah mengenali dan mengingat logo anda, harus tetap terlihat sederhana. Hal ini akan tetap memiliki tingkat keterbacaan yang sama jika diterapkan dalam bentuk yang kecil. Sebagai contoh logo rumit adalah logo daerah (Pemda) di Indonesia, kemungkinan masyarakat tidak mudah mengingat bentuk dan warnanya. Namun komunikatif karena semua symbol khas daerah diterapkan, ada gunung, laut, padi, kapas, rumah, huruf dan sebagainya. Kalo saya pribadi berpendapat logo daerah tersebut dipertahankan, bila pada saat ini logo2 daerah tersebut jadi terlihat “dipaksakan”, namun ada kemungkinan suatu saat logo-logo daerah tersebut akan menjadi trend yang kembali terangkat, dan menjadi rujukan perancangan.
  2. Huruf yang terbaca,Gunakan font yang aman, jika anda merancang logotype maupun gabungan dari logogram sebaiknya menggunakan jenis huruf yang umum, atau dapat juga dengan di Convert. Hal ini dapat berpengaruh pada hasil logo, jika computer dari klien anda tidak mendukung (MissingFont), meskipun dilampirkan font2 justru akan memberikan kerepotan lain bagi klien anda. Namun jika anda menerapkan teks dengan huruf modifikasi ataupun hasil kreatifitas anda, buatlah dengan sederhana agar tetap komunikatif. Sebagai contoh “Google” memiliki karakter dan komunikatif sebagai logotype.
  3. minimalkan warna, Sebaiknya menggunakan maksimal tiga warna dalam desain logo. Walaupun akan menambahkan lagi kesan lain pada desain logo, pertimbangan warna yang banyak pada logo akan memberikan kesan yang rumit dan tidak mudah dibaca. Selain itu, apabila diaplikasikan pada media untuk diproduksi secara masal semakin banyak warna yang digunakan, semakin tinggi biaya pencetakan. Perpisahan warna juga perlu dipertimbangkan untuk dapat diterapkan dalam versi hitam-putih, dengan difotokopi atau Fax misalnya. Sebagai contoh Nokia dan Nike, mudah untuk diaplikasikan dan mudah terbaca. Sedangkan contoh lain: Google, memiliki kelemahan dengan sulitnya mengingat warna apa saja dan bagian mana saja warna diterapkan.
  4. Berkarakter, Bentuk logo sebaiknya tetap memiliki karakter dan tidak berubah maknanya bila diaplikasikan secara terbalik/mirror. Seperti contoh Coca-cola dan Nike, logotype Coca-cola dan logogram Nike memiliki karakter yang kuat, sehingga bila terlihat dari kaca spion (posisi terbalik) pun tetap terbaca

Mugi-Mugi Migunani!

DESAIN,DISAIN,DESIGN L.O.G.O


Logo merupakan nyawa dari perusahaan, logo juga merupakan penentu kemajuan atau kebangkrutan sebuah perusahaan (departemen, organisasi, yayasan dsb), maka logo juga berpengaruh pada citra baik dan buruknya perusahaan. Meskipun banyak nyawa yang menentukan kehidupan sebuah perusahaan, namun logo memiliki karakteristik yang dapat dijadikan media identitas dalam perusahaan. Tidak memungkinkan ketika mengaplikasikan nama dan jenis perusahaan anda, lengkap dengan alamat dan nomor telepon ke dalam semua media grafis, namun dengan logo, identitas perusahaan anda akan lebih mudah dikenal. Seperti dalam kemampuan otak dari manusia, yang lebih mudah dan senang membaca gambar dari pada membaca teks dengan karakter yang panjang, lebih menyenangkan membaca komik daripada novel, lebih cepat memahami ikon (penyederhanaan gambar) rambu lalu lintas, daripada membaca “belok ke kiri ikuti lampu”. Logo dapat terdiri dari gambar, teks maupun kombinasinya yang menjadi identitas dari perusahaan klien anda.
Logo adalah representasi visual dari sebuah perusahaan, yang merupakan identitas perusahaan klien anda. upayakan untuk membuat identitas yang unik untuk bisnis perusahaan klien Anda. Bahwa desain logo perusahaan klien anda merupakan bagian dari merek, yang dapat menarik atau menjauhkan klien/audience.

Tips perancangan Logo:
  1. Memahami tentang teknik dan kreatif dalam perancangan logo, memahami perusahaan klien tentang produk / jasa yang mewakili visi,misi dan tujuannya, memahami klien/audience dari perusahaan tersebut dengan melakukan survey/penelitian. Pemahaman tersebut penting untuk menghasilkan logo yang efektif, sesuai dengan bidang usaha dan meningkatkan image perusahaan serta meningkatkan kepercayaan dari klien/audience perusahaan klien anda.
  2. penelitian di Internet atau majalah tentang konsep perancangan logo dan melengkapi konsep tersebut dengan konsep anda. Pada umumnya konsep tersebut mengacu pada bentuk, Font, warna dan ukuran. Tambahkan dengan konsep anda yang berbeda, hal ini akan menghasilkan karya yang. Seperti warna hijau, semua orang mengerti makna warna ini, alami! Gunakan bahRata Penuhasa lain pada arti warna ini, jika perlu tidak usah buang-buang kata dengan memberikan deskripsi warna ini. Sebenarnya warna memiliki makna yang berbeda pada beberapa orang/daerah, jadi menurut saya, warna bukan mewakili secara mutlak dari identitas/makna tertentu sebuah perusahaan, namun bisa menjadikan karakteristik sebuah perusahaan. Sebagai contoh, bendera kematian jika di daerah saya Bantul of Yogyakarta berwarna putih, sedangkan di daerah lain ada yang berwarna merah,hitam dsb. Kalo berbeda-beda bagaimana jika untuk bendera kematian merah dipahami dengan kemarahan/ kekuatan? Bukan kesedihan /kelemahan hati dari keluarga yang ditinggal?? Warna lebih memberikan kehidupan dari Logo.
  3. Cari referensi tentang logo-logo dan sejarah sukses dari perusahaan-perusahaan besar. Meskipun memiliki bentuk logo yang menarik, sebuah perusahaan belum tentu besar, maka kisah sukses dari perusahaan besar dapat dijadikan pertimbangan perancangan logo. Sekecil apapun jenis usaha tentu memiliki harapan untuk menjadi besar, maka dalam perancangan logo perlu untuk berpikir sebagai pemilik perusahaan klien anda dan bertekat untuk mengembangkan perusahaan menjadi lebih besar. Pemahaman ini untuk menghindari kelemahan logo dan kemungkinan kesalahan, seperti ketidak tepatan pada karakter logo dengan perusahaan, meskipun bentuk dan warna dari logo menarik. Rancanglah logo perusahaan klien anda sebagai perusahaan kelas dunia
  4. Pelajari penggunaan software yang lain dari kebiasaan anda mendesain, seperti CorelDraw, Adobe Creative Suite, photoshop dan sebagainya dalam berbagai versi, hal ini akan dapat memberikan ide baru dan teknik lain dalam proses pengembangan - finishing
Mugi-mugi Migunani…

20 Desember 2008

Young Girl Fly

Tehanget production



desain

Alt.Logo UIN SUSKA RIAU

Logo De'Futsal

14 Desember 2008