24 Desember 2008

Tujuan dasar perancangan

Agar kreativitas maksimal banyak hal yang menjadi dasar perancangan, kadang-kadang desainer bekerja dengan prinsip menghindari kesalahan dengan terlalu banyak berkonsentrasi pada membuat desain sendiri dan melupakan mengenai berbagai tujuan lain, yang sangat baik dalam penampilan visual atau sangat kompleks dalam bentuk, namun melupakan tujuan awal perancangan, hal ini dapat menyebabkan hasil hampar dari konsep. Faktor yang relevan, seperti sifat, visi, misi dari perusahaan dan aplikasi logo harus tetap ada dalam pikiran ketika mendesain logo.

Tips merancang Logo:

  1. Sederhana, Logo yang baik bukan merupakan bentuk yang rumit. Anda harus ingat bahwa logo adalah simbol untuk identitas perusahaan. Jika Anda ingin orang lain mudah mengenali dan mengingat logo anda, harus tetap terlihat sederhana. Hal ini akan tetap memiliki tingkat keterbacaan yang sama jika diterapkan dalam bentuk yang kecil. Sebagai contoh logo rumit adalah logo daerah (Pemda) di Indonesia, kemungkinan masyarakat tidak mudah mengingat bentuk dan warnanya. Namun komunikatif karena semua symbol khas daerah diterapkan, ada gunung, laut, padi, kapas, rumah, huruf dan sebagainya. Kalo saya pribadi berpendapat logo daerah tersebut dipertahankan, bila pada saat ini logo2 daerah tersebut jadi terlihat “dipaksakan”, namun ada kemungkinan suatu saat logo-logo daerah tersebut akan menjadi trend yang kembali terangkat, dan menjadi rujukan perancangan.
  2. Huruf yang terbaca,Gunakan font yang aman, jika anda merancang logotype maupun gabungan dari logogram sebaiknya menggunakan jenis huruf yang umum, atau dapat juga dengan di Convert. Hal ini dapat berpengaruh pada hasil logo, jika computer dari klien anda tidak mendukung (MissingFont), meskipun dilampirkan font2 justru akan memberikan kerepotan lain bagi klien anda. Namun jika anda menerapkan teks dengan huruf modifikasi ataupun hasil kreatifitas anda, buatlah dengan sederhana agar tetap komunikatif. Sebagai contoh “Google” memiliki karakter dan komunikatif sebagai logotype.
  3. minimalkan warna, Sebaiknya menggunakan maksimal tiga warna dalam desain logo. Walaupun akan menambahkan lagi kesan lain pada desain logo, pertimbangan warna yang banyak pada logo akan memberikan kesan yang rumit dan tidak mudah dibaca. Selain itu, apabila diaplikasikan pada media untuk diproduksi secara masal semakin banyak warna yang digunakan, semakin tinggi biaya pencetakan. Perpisahan warna juga perlu dipertimbangkan untuk dapat diterapkan dalam versi hitam-putih, dengan difotokopi atau Fax misalnya. Sebagai contoh Nokia dan Nike, mudah untuk diaplikasikan dan mudah terbaca. Sedangkan contoh lain: Google, memiliki kelemahan dengan sulitnya mengingat warna apa saja dan bagian mana saja warna diterapkan.
  4. Berkarakter, Bentuk logo sebaiknya tetap memiliki karakter dan tidak berubah maknanya bila diaplikasikan secara terbalik/mirror. Seperti contoh Coca-cola dan Nike, logotype Coca-cola dan logogram Nike memiliki karakter yang kuat, sehingga bila terlihat dari kaca spion (posisi terbalik) pun tetap terbaca

Mugi-Mugi Migunani!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

your coment on : themunir@yahoo.com